<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kpapabas " green Singkawang "</title>
	<atom:link href="http://kpapabas.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kpapabas.wordpress.com</link>
	<description>SALAM LESTARI</description>
	<lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2009 04:05:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='kpapabas.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/d710e5bafc5e0f3e3e7b9e6d0e94d6cf?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kpapabas " green Singkawang "</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Sarantangan kusayang Sarantangan ku Malang</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2009/09/03/serantangan-kusayang-serantangan-ku-malang/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2009/09/03/serantangan-kusayang-serantangan-ku-malang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 03:45:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Pagi itu duduk seorang laki &#8211; laki berbadan kurus, rambut dan jenggotnya yang panjang telah memutih memberi tanda bahwa dia telah berumur, di atas pohon yang telah lama tumbang ia duduk,  jauh pandangannya menatap hamparan air yang luas dibatasi beberapa bukit yang masih hijau. Dengan tongkat kayunya ia menunjuk di suatu tempat sambil berkata&#8221; [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=98&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Pagi itu duduk seorang laki &#8211; laki berbadan kurus, rambut dan jenggotnya yang panjang telah memutih memberi tanda bahwa dia telah berumur, di atas pohon yang telah lama tumbang ia duduk,  jauh pandangannya menatap hamparan air yang luas dibatasi beberapa bukit yang masih hijau. Dengan tongkat kayunya ia menunjuk di suatu tempat sambil berkata&#8221; di sana dulu banyak ikan dan udang galahnya &#8221; , &#8221; disanalah tempat handalan saya mencari makan ( Ikan ) &#8221; tapi sejak tahun 1900an semua jadi susah air mengeruh dan ikan susah diperoleh.</p>
<p style="text-align:justify;"><img class="alignnone size-medium wp-image-104" title="DSC07711" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07711.jpg?w=300&#038;h=225" alt="DSC07711" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:justify;">begitulah cerita seorang lelaki tua yang  menceritakan masa mudanya bahwa danau sarantangan dulunya merupakan danau yang indah dan banyak menghasilkan tangkapan ikan dan udang. tapi sekarang, untuk mandi saja susah dan apabila ingin di komsumsi air harus disaring dulu.</p>
<p><span id="more-98"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Danau Serantangan di Kecamatan Singkawang Selatan, danau yang memiliki luas mencapai 400 hektare, sudah dicemari oleh limbah dari kegiatan penambangan emas tanpa izin di sekitar kawasan tersebut. Lokasi danau yang berada di daerah  Sagatani, 20 km dari Kota Singkawang mengkhawatirkan. Karena air danau sudah berganti warna dari coklat jernih menjadi coklat keruh, Menurut warga setempat,  kekeruhan air mulai terjadi sekitar tahun 1992-1993. Ketika itu aktifitas penambangan emas semakin meningkat di danau dan sungai sekitar banyak penambangan emas baik dilakukan warga setempat maupun pendatang.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang bapak yang sehari-hari bekerja sebagai pengemudi perahu tempel, mengatakan akibat penambangan itu pula, danau yang memiliki kedalaman 4 meter menjadi berkurang hanya sekitar 2 meter saja. Selain itu, air danau pun menjadi keruh dan ikan-ikan yang semula banyak ditemukan di danau menjadi berkurang.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu, menurut ia, pada tahun 2003, pemerintah Kota Singkawang melakukan pengerukan sungai baru. Sedangkan sungai yang lama sudah mendangkal akibat sedimentasi. Saat pengerukan, ditemukan tumpukan pasir yang diduga akibat penambangan batu di bukit-bukit sekitar kawasan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain danau Serantangan, di kawasan tersebut juga terdapat danau Kacamata. Namun jalan untuk menuju danau itu nyaris tertutup tumbuhan air akibat pendangkalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Danau Serantangan yang merupakan salah satu asset wisata dan potensi perikanan bagi Kota Singkawang, kini tercemar limbah Penambangan Emas Tanpa Ijin (PETI). Dibutuhkan penanganan serius dari Pemprov Kalbar bekerja sama dengan Pemkot Singkawang agar kerusakan asset ini tak semakin parah.</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;">keadaan lokasi..</span><span style="color:#ff00ff;">..sekarang ( 2009 )<br />
</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><span style="color:#000000;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-106" title="DSC07716" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07716.jpg?w=150&#038;h=112" alt="DSC07716" width="150" height="112" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-107" title="ditepian ku bersandar" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07698.jpg?w=150&#038;h=112" alt="ditepian ku bersandar" width="150" height="112" /><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-109" title="air ku... dulu tak sekeruh ini" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07701.jpg?w=150&#038;h=112" alt="air ku... dulu tak sekeruh ini" width="150" height="112" /></span><br />
</span>
</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=98&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2009/09/03/serantangan-kusayang-serantangan-ku-malang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07711.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSC07711</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07716.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">DSC07716</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07698.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">ditepian ku bersandar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/09/dsc07701.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">air ku... dulu tak sekeruh ini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RY</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2009/03/11/check-out-my-slide-show/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2009/03/11/check-out-my-slide-show/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 03:12:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/2009/03/11/check-out-my-slide-show/</guid>
		<description><![CDATA[ 
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=95&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><div><embed src='http://widget-d5.slide.com/widgets/slideticker.swf' type='application/x-shockwave-flash' quality='high' scale='noscale' salign='l' wmode='transparent' flashvars='site=widget-d5.slide.com&#038;channel=3314649325755964373&#038;cy=wp&#038;il=1' width='426' height='320' name='flashticker' align='middle' /><div style='width: 426px;text-align:left;'><a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&#038;tt=0&#038;sk=0&#038;cy=wp&#038;th=0&#038;id=3314649325755964373&#038;map=1' target='_blank'><img src='http://widget-d5.slide.com/p1/3314649325755964373/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide1.gif' border='0' ismap='ismap' /></a> <a href='http://www.slide.com/pivot?ad=0&#038;tt=0&#038;sk=0&#038;cy=wp&#038;th=0&#038;id=3314649325755964373&#038;map=2' target='_blank'><img src='http://widget-d5.slide.com/p2/3314649325755964373/wp_t000_v000_a000_f00/images/xslide2.gif' border='0' ismap='ismap' /></a></div></div></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=95&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2009/03/11/check-out-my-slide-show/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STOP PERAMBAHAN HUTAN BAKAU</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2009/02/24/stop-perambahan-hutan-bakau/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2009/02/24/stop-perambahan-hutan-bakau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 01:49:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Begitu banyak manfaat yang dapat diberikan hutan bakau kepada kehidupan manusia sehingga perlu disikapi secara bijaksana dan upaya kongkret untuk mencegah setiap kegiatan yang berdampak negatif terhadap ekosistem hutan bakau. Mempertahankan keberadaan dan mencegah serta menanggulangi berbagai intervensi yang berakibat mengurangi luas areal dan fungsi ekosistem alami, memerlukan pendekatan-pendekatan teoretis dan teknis operasional dengan pengkajian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=70&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Begitu banyak manfaat yang dapat diberikan hutan bakau kepada kehidupan manusia sehingga perlu disikapi secara bijaksana dan upaya kongkret untuk mencegah setiap kegiatan yang berdampak negatif terhadap ekosistem hutan bakau. Mempertahankan keberadaan dan mencegah serta menanggulangi berbagai intervensi yang berakibat mengurangi luas areal dan fungsi ekosistem alami, memerlukan pendekatan-pendekatan teoretis dan teknis operasional dengan pengkajian yang logis, lugas, tegas serta bertanggung jawab menyangkut biologis, teknis nonteknis secara bersamaan.<img class="alignnone size-full wp-image-84" title="mangroveecosystem" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/mangroveecosystem.jpg?w=300&#038;h=225" alt="mangroveecosystem" width="300" height="225" /><span id="more-70"></span></p>
<p style="text-align:justify;">MENGACU kepada realitas di lapangan, banyak orang awam dalam konteks fungsi ekosistem dan kehidupan memandang rendah makna dan manfaat/kegunaan kawasan hutan bakau (mangrove).</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi mereka yang berpola pikir ekonomis, rasional, praktis, sesaat cenderung berpendapat bahwa mengurus hutan bakau hanya akan menguras dana pembangunan dan menciptakan masalah-masalah baru yang menuntut pengorbanan dan energi tanpa penyelesaian. Keluasan, posisi, sebaran hutan bakau memiliki tingkat kesulitan yang tinggi untuk ditangani berdasarkan ketentuan dan aturan-aturan yang berlaku.</p>
<p style="text-align:justify;">Posisi sebaran yang tidak proporsional terukur, tingkat kerusakan yang sudah cukup tinggi (35%) dan telanjur sudah dimanfaatkan untuk fungsi yang tidak tepat, menimbulkan masalah baru dalam penantaan kembali ke fungsi semula adalah mustahil dan sia-sia. Dalam proses perkembangan, terlebih dengan lemahnya fungsi dan tidak konsistennya tindakan atas pelanggaran, perambahan terhadap hutan bakau menjadi tak terkendali dan terus berlangsung tanpa kendali.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, sampai saat ini tidak adanya ketegasan dan keseriusan kebijakan publik atas berbagai fungsi yang telah ditindihkan di atas fungsi pokok hutan bakau sebagai kawasan hutan lindung pesisir (mencegah abarasi dan ekstrasi). Ini mengakibatkan semakin tidak jelasnya keberadaan status kawasan-kawasan hutan bakau yang ada. Terbukti dari tidak adanya data yang akurat menyangkut hutan bakau, baik luas, jenis tanaman, dan batas-batas hutan yang jelas dan pasti. Kurangnya kepedulian terhadap keberadaan hutan bakau seperti ini, apa pun alasannya, tidak boleh terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hutan bakau sebagai salah satu dari tipe formasi hutan, adalah komunitas hutan tersendiri yang merupakan tumbuhan utama intertidal tropic, dan terdiri atas banyak flora dan fauna yang hidup di area sub tropic pesisir pantai. Dengan demikian dapat dipahami keberadaannya yang khas dan tempat tumbuhnya terbatas sehingga perlu diamankan dari berbagai bentuk intervensi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-85" title="red-mangrove-habitat1" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/red-mangrove-habitat1.jpg?w=384&#038;h=335" alt="red-mangrove-habitat1" width="384" height="335" /><img class="alignnone size-full wp-image-86" title="reddish-egret1" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/reddish-egret1.jpg?w=400&#038;h=334" alt="reddish-egret1" width="400" height="334" /></p>
<p style="text-align:justify;">Mengingat luas hutan bakau di pesisir dan perairan pantai di &gt;<a href="http://singkawangkota.go.id">Kota SINGKAWANG </a>relatif kecil dibanding  dari luas hutan di <a href="http://singkawangkota.go.id">Kota SINGKAWANG</a> dan memiliki kekhasan dalam tampilan yang dengan kearifan, keahlian dan keterampilan khusus dapat digali nilai-nilai manfaat tanpa mengurangi fungsi pokok maupun kelestarian ekosistem alaminya. Kiranya tindakan-tindakan dalam bentuk kegiatan ekonomi maupun pergerakan manusia dan barang yang berdampak negatif terhadap keberadaan hutan bakau dapat dieliminasi.</p>
<p style="text-align:justify;">Hutan bakau dengan keragaman hayatinya juga menyimpan khazanah ilmu pengetahuan tentang flora dan fauna yang memiliki makna bagi kebutuhan hidup manusia dalam berbagai aspeknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lingkungan Payau</p>
<p style="text-align:justify;">Hutan bakau memiliki kestabilan dan pertumbuhan daerah pesisir pantai, menyediakan lingkungan terbaik bagi agriculture di air payau, memberikan area pertumbuhan bagi udang dan ikan yang bermigrasi ke area bakau dari laut ketika berupa benih/nener/muda dan kembali ke laut ketika mendekati kematangan. Bakau juga merupakan area pertumbuhan bagi udang karang dan ikan yang berproduksi di hulu sungai (freshwater upstream) dan bermigrasi ke air payau pada masa mudanya untuk mencari makan. Begitu banyak manfaat yang dapat diberikan hutan bakau kepada kehidupan manusia sehingga perlu disikapi secara bijaksana dan upaya kongkret untuk mencegah setiap kegiatan yang berdampak negatif terhadap ekosistem hutan bakau.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-87" title="273600_tigeshrim1" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/273600_tigeshrim1.jpg?w=126&#038;h=87" alt="273600_tigeshrim1" width="126" height="87" /><img class="alignnone size-full wp-image-88" title="aquarium-tawar1" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/aquarium-tawar1.jpg?w=155&#038;h=124" alt="aquarium-tawar1" width="155" height="124" /><img class="alignnone size-full wp-image-89" title="s_85321_udang" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/s_85321_udang.jpg?w=151&#038;h=102" alt="s_85321_udang" width="151" height="102" /></p>
<p style="text-align:justify;">Mempertahankan keberadaan dan mencegah serta menanggulangi berbagai intervensi yang berakibat mengurangi luas areal dan fungsi ekosistem alami, memerlukan pendekatan-pendekatan teoretis dan teknis operasional dengan pengkajian yang logis, lugas, tegas serta bertanggung jawab menyangkut biologis, teknis nonteknis secara bersamaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Pertama, pendekatan biologis berusaha menciptakan kombinasi yang tepat tentang jenis tanaman, komposisi dan proporsi yang bersesuaian dengan kondisi objektif ruang dan keluasan, aspek pendukung mikro dan makro iklim jarak dan garis pantai yang mampu mengharmoniskan kehidupan jasad renik dalam konteks agrikultur.</p>
<p style="text-align:justify;">Kedua, pendekatan teknis; melakukan pengukuran kembali keluasan, tingkat salinasi air, struktur medan/area, pemasangan patok yang definitif, perbaikan saluran air, pembuatan tanggul dan sarana penguraian arus dan gelombang yang bersifat alami, pencegahan intervensi sampah domestik dan limbah.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, pendekatan nonteknis menyangkut peraturan yang berkonotasi aspek-aspek dampak lingkungan (padat, cair, udara, suara), izin mendirikan bangunan, kegiatan ekonomi produktif yang berdampak negatif. Memotivasi, membangkitkan kecintaan terhadap bakau dengan mengeliminasi kesan negatif keberadaan hutan bakau sebagai tempat sampah atau kesan kotor lainnya, menghentikan konservasi hutan bakau untuk kepentingan di luar pemantapan ekosistem bakau dan membangun kesadaran untuk mengarahkan lahan-lahan yang sudah dikonversi untuk mendukung pelestarian bakau.</p>
<p style="text-align:justify;">Implementasi pendekatan termaksud membutuhkan strategi yang mengarah kepada pengelolaan hutan partisipatif komprehensif dalam bentuk pemanfaatan, pemeliharaan, panataan, monitoring evaluasi, pengendalian dan rehabilitasi yang terbagi dalam tugas pokok dan fungsi dari para pihak (stakeholder).</p>
<p style="text-align:justify;">dan di tahun ini, konferensi dunia tentang perubahan iklim akan diadakan di Bali. Mari kita jadikan momentum bersejarah tersebut dengan memulai pelestarian hutan bakau.</p>
<p align="justify">Menurut Davis, Claridge dan Natarina (1995), hutan mangrove memiliki fungsi dan manfaat sebagai berikut :</p>
<ul>
<li>
<p align="justify"><strong>Habitat satwa langka</strong><br />
Hutan bakau sering menjadi habitat jenis-jenis satwa. Lebih dari 100 jenis burung hidup disini, dan daratan lumpur yang luas berbatasan dengan hutan bakau merupakan tempat mendaratnya ribuan burug pantai ringan migran, termasuk jenis burung langka Blekok Asia (Limnodrumus semipalmatus)</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Pelindung terhadap bencana alam</strong><br />
Vegetasi hutan bakau dapat melindungi bangunan, tanaman pertanian atau vegetasi alami dari kerusakan akibat badai atau angin yang bermuatan garam melalui proses filtrasi.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Pengendapan lumpur</strong><br />
Sifat fisik tanaman pada hutan bakau membantu proses pengendapan lumpur. Pengendapan lumpur berhubungan erat dengan penghilangan racun dan unsur hara air, karena bahan-bahan tersebut seringkali terikat pada partikel lumpur. Dengan hutan bakau, kualitas air laut terjaga dari endapan lumpur erosi.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Penambah unsur hara</strong><br />
Sifat fisik hutan bakau cenderung memperlambat aliran air dan terjadi pengendapan. Seiring dengan proses pengendapan ini terjadi unsur hara yang berasal dari berbagai sumber, termasuk pencucian dari areal pertanian.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Penambat racun</strong><br />
Banyak racun yang memasuki ekosistem perairan dalam keadaan terikat pada permukaan lumpur atau terdapat di antara kisi-kisi molekul partikel tanah air. Beberapa spesies tertentu dalam hutan bakau bahkan membantu proses penambatan racun secara aktif.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Sumber alam dalam kawasan (In-Situ) dan luar kawasan (Ex-Situ)</strong><br />
Hasil alam in-situ mencakup semua fauna dan hasil pertambangan atau mineral yang dapat dimanfaatkan secara langsung di dalam kawasan. Sedangkan sumber alam ex-situ meliputi produk-produk alamiah di hutan mangrove dan terangkut/berpindah ke tempat lain yang kemudian digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut, menjadi sumber makanan bagi organisme lain atau menyediakan fungsi lain seperti menambah luas pantai karena pemindahan pasir dan lumpur.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Transportasi</strong><br />
Pada beberapa hutan mangrove, transportasi melalui air merupakan cara yang paling efisien dan paling sesuai dengan lingkungan.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Sumber plasma nutfah</strong><br />
Plasma nutfah dari kehidupan liar sangat besar manfaatnya baik bagi perbaikan jenis-jenis satwa komersial maupun untukmemelihara populasi kehidupan liar itu sendiri.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Rekreasi dan pariwisata</strong><br />
Hutan bakau memiliki nilai estetika, baik dari faktor alamnya maupun dari kehidupan yang ada di dalamnya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Sarana pendidikan dan penelitian</strong><br />
Upaya pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membutuhkan laboratorium lapang yang baik untuk kegiatan penelitian dan pendidikan.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Memelihara proses-proses dan sistem alami</strong><br />
Hutan bakau sangat tinggi peranannya dalam mendukung berlangsungnya proses-proses ekologi, geomorfologi, atau geologi di dalamnya.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Penyerapan karbon</strong><br />
Proses fotosentesis mengubah karbon anorganik (C02) menjadi karbon organik dalam bentuk bahan vegetasi. Pada sebagian besar ekosistem, bahan ini membusuk dan melepaskan karbon kembali ke atmosfer sebagai (C02). Akan tetapi hutan bakau justru mengandung sejumlah besar bahan organik yang tidak membusuk. Karena itu, hutan bakau lebih berfungsi sebagai penyerap karbon dibandingkan dengan sumber karbon.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Memelihara iklim mikro</strong><br />
Evapotranspirasi hutan bakau mampu menjaga ketembaban dan curah hujan kawasan tersebut, sehingga keseimbangan iklim mikro terjaga.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Mencegah berkembangnya tanah sulfat masam</strong><br />
Keberadaan hutan bakau dapat mencegah teroksidasinya lapisan pirit dan menghalangi berkembangnya kondisi alam.</p>
</li>
<li>
<p align="justify"><strong>Hutan Mangrove dan Perikanan</strong><br />
Dalam tinjauan siklus biomassa, hutan mangrove memberikan masukan unsur hara terhadap ekosistem air, menyediakan tempat berlindung dan tempat asuhan bagi anak-anak ikan, tempat kawin/pemijahan, dan lain-lain. Sumber makanan utama bagi organisme air di daerah mangrove adalah dalam bentuk partikel bahan organik (detritus) yang dihasilkan dari dekomposisi serasah mangrove (seperti daun, ranting dan bunga). Selama proses dekomposisi, serasah mangrove berangsur-angsur meningkat kadar proteinnya dan berfungsi sebagai sumber makanan bagi berbagai organisme pemakan deposit seperti moluska, kepiting dang cacing polychaeta. Konsumen primer ini menjadi makanan bagi konsumen tingkat dua, biasanya didominasi oleh ikan-ikan buas berukuran kecil selanjutnya dimakan oleh juvenil ikan predator besar yang membentuk konsumen tingkat tiga Singkatnya, hutan mangrove berperan penting dalam menyediakan habitat bagi aneka ragamjenis-jenis komoditi penting perikanan baik dalam keseluruhan maupun sebagian dari siklus hidupnya.</p>
</li>
</ul>
<p>Penulis, pengamat lingkungan, planolog</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>* Sampai saat ini tidak ada ketegasan dan keseriusan kebijakan publik atas berbagai fungsi hutan bakau sebagai kawasan hutan lindung pesisir.</p>
<p>* Kegiatan ekonomi maupun pergerakan manusia dan barang yang berdampak negatif terhadap keberadaan hutan bakau dapat dieliminasi.</p>
<p>* Hutan bakau dengan keragaman hayatinya menyimpan khazanah ilmu pengetahuan tentang flora dan fauna yang memiliki makna bagi kebutuhan hidup manusia dalam berbagai aspeknya</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=70&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2009/02/24/stop-perambahan-hutan-bakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/mangroveecosystem.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mangroveecosystem</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/red-mangrove-habitat1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">red-mangrove-habitat1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/reddish-egret1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">reddish-egret1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/273600_tigeshrim1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">273600_tigeshrim1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/aquarium-tawar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">aquarium-tawar1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/s_85321_udang.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">s_85321_udang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pengurus Baru KPA PABAS</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2009/02/23/pengurus-baru-kpa-pabas/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2009/02/23/pengurus-baru-kpa-pabas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 05:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 24 Agustus 2008 , berlangsung acara SUKSESI
KPA PABAS
Dan terpilih-lah ketua KPA yang baru untuk periode kepengurusan 2008-
2011 yaitu Antonius Iwan . Selamat buat ketua terpilih beserta pengurus baru, semoga dapat membawa PABAS ke arah yang lebih baik, 
maju, sukses dan jaya!Keep the Spirit of Brotherhood, Teamwork, and Never Give up!!!

KPA..WAR!
PENGURUS KPA PABAS PERIODE 2008-2011:
Ketua Umum: Antonius Iwan
WK. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=73&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><address>Pada tanggal 24 Agustus 2008 , berlangsung acara SUKSESI<br />
KPA PABAS<br />
Dan terpilih-lah ketua KPA yang baru untuk periode kepengurusan 2008-<br />
2011 yaitu Antonius Iwan . Selamat buat ketua terpilih beserta pengurus baru, semoga dapat membawa PABAS ke arah yang lebih baik, <img class="alignnone size-full wp-image-74" title="p8240076" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/p8240076.jpg?w=284&#038;h=206" alt="p8240076" width="284" height="206" /></address>
<address>maju, sukses dan jaya!Keep the Spirit of Brotherhood, Teamwork, and Never Give up!!!</address>
<address></address>
<address>KPA..WAR!</address>
<address>PENGURUS KPA PABAS PERIODE 2008-2011:</address>
<address>Ketua Umum: Antonius Iwan<br />
WK. Ketua    : Paulus Ricky Nicolas</address>
<address>Sekretaris            : David Ronal</address>
<address>WK . Sekretaris : Ari Siswanto</address>
<address>Bendahara           : Elisabeth</address>
<address>WK. Bendahara: Fransiska<br />
</address>
<p style="text-align:justify;"> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=73&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2009/02/23/pengurus-baru-kpa-pabas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2009/02/p8240076.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">p8240076</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BAYANGKAN KALAU OM TARZAN SALAH MENDARAT</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2008/10/22/62/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2008/10/22/62/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 05:35:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[
Apakah ini hanya sekedar lulucon ? catatan WWF menyebutkan setiap menitnya 15 Km persegi hutan dunia di tebang,  Om tarzan hanya salah satu korban dari kegiatan penebangan.
Pertanyaannya sekarang:
Apa kata suara hati kita melihat situasi ini ?
1. apa tersenyum
2. tertawa
3. mengerutkan kening
4. ah bukan keturunanku yang jadi korban
5.  atau&#8230;&#8230;..
      [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=62&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;"><a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/10/tarzan-salah-mendarat1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-60" title="tarzan-salah-mendarat1" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/10/tarzan-salah-mendarat1.jpg?w=400&#038;h=282" alt="" width="400" height="282" /></a></p>
<p>Apakah ini hanya sekedar lulucon ? catatan WWF menyebutkan setiap menitnya 15 Km persegi hutan dunia di tebang,  Om tarzan hanya salah satu korban dari kegiatan penebangan.<br />
Pertanyaannya sekarang:<br />
Apa kata suara hati kita melihat situasi ini ?<br />
1. apa tersenyum<br />
2. tertawa<br />
3. mengerutkan kening<br />
4. ah bukan keturunanku yang jadi korban<br />
5.  atau&#8230;&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=62&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2008/10/22/62/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/10/tarzan-salah-mendarat1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tarzan-salah-mendarat1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pemanasan Global (?!?), Apa yang kita (bisa) perbuat?</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2008/09/25/pemanasan-global-apa-yang-kita-bisa-perbuat/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2008/09/25/pemanasan-global-apa-yang-kita-bisa-perbuat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 04:40:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Pemanasan global (?!?), mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu mengenai pemanasan global dari informasi yang kita dapat melalui mass media akan tetapi biasanya memang dibahas dalam skala kebijakan yang sangat besar. Nah bisakah kita sebagai orang yang biasa ini berkontribusi positif terhadap pengurangan dampak pemanasan global? Pastinya sih bisa.
Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=46&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="message" align="justify"><img src="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" />Pemanasan glob<a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/09/pemansan-global.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-47" title="pemansan-global" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/09/pemansan-global.jpg?w=89&#038;h=96" alt="" width="89" height="96" /></a>al (?!?), mungkin sebagian besar dari kita sudah tahu mengenai pemanasan global dari informasi yang kita dapat melalui mass media akan tetapi biasanya memang dibahas dalam skala kebijakan yang sangat besar. Nah bisakah kita sebagai orang yang biasa ini berkontribusi positif terhadap pengurangan dampak pemanasan global? Pastinya sih bisa.</p>
<p align="justify">Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan Bumi. Planet Bumi telah menghangat (dan juga mendingin) berkali-kali selama 4,65 milyar tahun sejarahnya. <span id="more-46"></span>Pada saat ini, Bumi menghadapi pemanasan yang cepat, yang oleh para ilmuan dianggap disebabkan aktifitas manusia. Penyebab utama pemanasan ini adalah pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida dan gas-gas lainnya yang dikenal sebagai gas rumah kaca ke atmosfer. Ketika atmosfer semakin kaya akan gas-gas rumah kaca ini, ia semakin menjadi insulator yang menahan lebih banyak panas dari Matahari yang dipancarkan ke Bumi (<a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global">sumber dari   Wikipedia</a>). Jadi sih intinya Bumi kita tuh memanas karena sinar matahari yang sudah masuk ke bumi kita tidak bisa keluar lagi karena gas-gas rumah kaca tadi membentuk lapisan di atmosfer yang memantulkan sinar matahari tadi (kalau mau baca lebih lengkap <a rel="nofollow" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global">silahkan lihat di Wikipedia</a>).</p>
<p align="justify"><img src="http://www.geocities.com/gambarterapiartikel/482821180_45e62ebfdd.jpg" alt="Skema pemanasan global" width="500" height="414" /></p>
<p align="justify"><em>(gambar dari <a rel="nofollow" href="http://www.menlh.go.id/">situs kementrian   lingkungan hidup</a>)</em></p>
<p align="justify"><strong>Terus kalo suhu bumi meningkat kenapa?<br />
</strong>Yang pastinya sih daerah bagian Utara dari belahan Bumi Utara akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan mengecil.<br />
<strong>Nah terus hubungannya dengan Kota tempat kita tinggal bagaimana?   dan apa yang kita bisa lakukan? </strong><br />
Dari pembicaraan dengan teman, yang juga seorang petani dan petambak, dia bilang sekarang (terutama 2-3 tahun ke belakang) sangat sulit untuk memprediksi cuaca. Seperti yang kita tahu para petani memakai cuaca sebagai patokan penanaman mereka, jadi kalo salah prediksi cuaca bisa-bisa tidak bisa panen atau panennya jelek sehingga merugi.Dan satu lagi mungkin yang efeknya bisa terasa langsung ke kita yaitu nyamuk. Kok nyamuk? Karena nyamuk baik untuk berkembang biak di tempat yang hangat, jadi mungkin saja semakin panjangnya musim demam berdarah di indonesia karena temperature yang meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p align="justify"><strong>Nah terus apa sih yang bisa kita lakukan </strong>sebagai orang biasa untuk berkontribusi positif dalam pengurangan pemanasan global. Sebenernya sih mudah-mudah aja tapi tidak mudah untuk dilakukan.<br />
Untuk kita yang dirumah   kita bisa:<br />
(1) Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik. Artinya Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.<br />
(2)Pilihlah   perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi<br />
(3)Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami<br />
(4)Matikan keran saat sedang menggosok gigi<br />
(5) Gunakan air   bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman<br />
(6)Segera perbaiki keran   yang bocor &#8211; keran bocor menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per   hari<br />
(7)Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam   merupakan cara yang paling boros air.<br />
(8)Selalu gunakan kertas di kedua   sisinya<br />
(9)Gunakan kembali amplop bekas<br />
(10)Jangan gunakan produk ’sekali pakai’ seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastik<br />
(11)Gunakan baterai isi ulang<br />
(12)Pilih kalkulator bertenaga   surya</p>
<p align="justify"><strong>Kenapa kebanyakan kok yang berhubungan listrik?</strong><br />
Karena untuk memproduksi listrik kita masih memakai bahan bakar yang berasal dari fosil, jadi dengan mengurangi konsumsi listrik kita berkontribusi juga dalam pengurangan potensi polusi akibat produksi listrik/energi tadi. Mungkin kita pikir, masak pengurangan konsumsi listrik kita berpengaruh sih? Tapi kalo kita pikir yang melakukan hal ini banyak orang, pengurangan konsumsi energinyapun akan menjadi sangat besar. Jadi program dari PLN 17-22 bisa dipraktekkan tuh <img title="p" src="http://www.geocities.com/gambarterapiartikel/yahoo_batting.gif" alt="p" width="18" height="18" /></p>
<p align="justify">Untuk tips-tips lain gaya hidup ramah lingkungan di tempat kerja, saat   berlibur maupun berbelanja dapat melihat <a rel="nofollow" href="http://www.wwf.or.id/index.php?fuseaction=howyoucanhelp.reduce_home&amp;language=i">situs WWF Indonesia</a>.<br />
<strong>Pemanasan global sudah bukan menjadi isu   lagi saat ini, </strong>pemanasan global sudah menjadi masalah yang harus kita hadapi atau kita pecahkan bersama. Jadi marilah kita mulai bersama-sama gaya hidup yang ramah lingkungan dari kita sendiri dan mulailah perkenalkanlah gaya hidup ini pada orang-orang yang paling dekat dengan kita seperti keluarga, pacar, teman dan tetangga kalau bisa.<br />
<strong>THINK GLOBALY ACT   LOCALY</strong>, Salam Lestari</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=46&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2008/09/25/pemanasan-global-apa-yang-kita-bisa-perbuat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ADMINI~1/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/09/pemansan-global.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pemansan-global</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/gambarterapiartikel/482821180_45e62ebfdd.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Skema pemanasan global</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/gambarterapiartikel/yahoo_batting.gif" medium="image">
			<media:title type="html">p</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bumi Kita Semakin Panas</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2008/09/25/bumi-kita-semakin-panas/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2008/09/25/bumi-kita-semakin-panas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 04:39:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bumi Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Menanggapi isu yang sedang hangat saat ini yaitu tentang pemanasan global, saya tercengang setelah membaca Majalah National Geographic Indonesia edisi Oktober 2007. Ternyata bumi memang sedang memanas lebih cepat dari yang semestinya karena adanya pemanasan global yang disebabkan oleh bertambahnya gas CO­2 secara tajam didalam atmosfer bumi. Pemanasan global adalah naiknya suhu permukaan bumi yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=51&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify"><a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/09/glo.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-52" title="glo" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/09/glo.jpg?w=123&#038;h=123" alt="" width="123" height="123" /></a>Menanggapi isu yang sedang hangat saat ini yaitu tentang pemanasan global, saya tercengang setelah membaca Majalah National Geographic Indonesia edisi Oktober 2007. Ternyata bumi memang sedang memanas lebih cepat dari yang semestinya karena adanya pemanasan global yang disebabkan oleh bertambahnya gas CO­<sub>2 </sub>secara tajam didalam atmosfer bumi.<span id="more-51"></span> Pemanasan global adalah naiknya suhu permukaan bumi yang disebabkan peningkatan karbondioksida (CO<sub>2</sub>) dan gas-gas lain atau gas rumah kaca yang menyelimuti bumi dan memerangkap panas. Kebaikan suhu ini mengubah iklim dan membuat kepunahan banyak species, kebakaran hutan, pemutihan karang, penularan penyakit, makin ganasnya badai, hingga pencairan es di kutub hingga permukaan air laut naik dan menenggelakan banyak pulau. Sebagai biang kerok meroketnya gas CO<sub>2 </sub><span> </span>di dalam atmosfer bumi adalah akibat meningkatnya kegiatan industri yang berbahan bakar fosil seperti batubara, minyak bumi dan gas. Amerika Serikat dan Cina merupakan penyumbang gas karbondioksida terbesar saat ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lalu bagaimana dengan Indonesia? Celakanya Indonesia saat ini telah menempati peringkat ketiga setelah AS dan Cina sebagai negara penyumbang gas CO<sub>2 </sub>terbesar. Sumbangan gas CO<sub>2 </sub>dari Indonesia ini bukan karena kegiatan industri saja, tetapi juga karena kebakaran hutan yang marak terjadi delapan tahun ini. Kebakaran hutan yang terjadi tahun 1997-1998 melepaskan gas CO<sub>2 </sub><span> </span>sebagai gas emisi rumah kaca sebesar hampir tiga giga ton karbon ke atmosfer, atau setara dengan 13-40 persen total emisi karbon dunia yang dihasilkan dari bahan bakar fosil pertahun. Ini sangat mempengaruhi perubahan iklim dan pemanasan global saat ini. Kebakaran hebat seperti ini terjadi lagi pada tahun 2006 yang mencoreng muka Indonesia karena menyebarnya asap ke negara tetangga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Prinsip rumah kaca pada atmosfer bumi sederhananya adalah sinar matahari ditangkap oleh tanah dan air, diubah menjadi panas dan dilepaskan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah untuk menghangatkan bumi. Seperti dinding-dinding kaca dari sebuah rumah kaca, gas-gas atmosfer terutama karbondioksida, uap air dan metana, menjebak sebagian besar dari panas yang membumbung dan menahannya di atmosfer yang lebih rendah. Tanpa efek rumah kaca ini, temperatur bumi rata-rata akan berkisar di –18<sup>o</sup>C, bukan 14.5<sup>o</sup>C seperti sekarang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">­Sebelum revolusi industri, atmosfer bumi mengandung sekitar 280 ppm (part per million/ bagian per sejuta) CO­<sub>2. </sub>Itu merupakan jumlah yang baik. Oleh karena struktur CO<sub>2 </sub>menjebak panas dekat permukaan planet yang justru tanpanya akan memancar balik keluar angkasa. Peradaban tumbuh besar dalam suatu dunia yang angka temperaturnya ditentukan oleh banyaknya kandungan CO<sub>2 </sub>tersebut. Itu setara dengan suatu suhu rata-rata global sekitar 14.5<sup>o</sup>C. Sekali kita membakar batubara, minyak bumi dan gas untuk meyokong kehidupan, angka 280 itu mulai naik. Saat diukur pada tahun 1950an, CO<sub>2 </sub>dalam atmosfer telah mencapai angka 315 ppm. Sekarang nilai itu ada di 380 ppm dan meningkat hingga 2 ppm pertahun. Itu sepertinya tidak banyak, tetapi berlebih yang dijebak oleh CO<sub>2, </sub>beberapa watt permeter persegi permukaan bumi cukup untuk menghangatkan planet secara nyata. Kita telah menaikkan suhu lebih dari setengah derajat celcius. Mustahil memperkirakan secara persis akibat dari peningkatan CO<sub>2</sub> di atmosfer. Namun, pemanasan yang sudah kita lihat sejauh ini mulai mencairkan hampir segala sesuatu yang membeku di muka bumi. Ia telah mengubah musim dan pola curah hujan dan kenaikan muka air laut.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Molekul-molekul CO<sub>2 </sub>akan menetap di dalam atmosfer hingga 200 tahun, maka jika hasil pembakaran bahan bakar fosil (emisi) dikurangi hari ini, bumi akan terus memanas, meski mungkin agak lambat. Jika emisi dipertahankan pada laju saat ini, tingkat CO<sub>2 </sub>akan tetap mencapai 525 ppm, hampir dua kali lipat tingkat pra-industri. Selambat-lambatnya pada 2100, bumi akan memanas beberapa derajat. Perilaku manusia sperti sekarang mendorong tingkat CO<sub>2 </sub>melampaui 800 ppm, memicu kenaikan temperatur hingga 5<sup>o</sup>C bisa jadi mengalahkan kemampuan beradaptasi banyak species.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber-sumber energi yang memajukan masyarakat industri modern telah menyamai krisis-krisis perubahan iklim pula. Bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batubara dan gas akan bertanggung jawab atas 80% dari tambahan CO<sub>2 </sub>yang kini menahan lebih banyak panas dalam atmosfer. Sebagian besar daari sisa CO<sub>2 </sub>berasal dari perubahan penggunaan lahan, terutama di hutan-hutan tropis, termasuk budidaya ladang berpindah dan pemanenan kayu. Hutan dirusak untuk pengalihan perkebunan monokultur seperti sawit, tebu, jagung, kedelai dan pembalakan liar justru menjadi pemicu bertambahnya titik panas dari tahun ke tahun. Hutan semestinya berfungsi sebagai pengikat karbon bukan sebagai penyumbang karbon.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><img src="http://pr4s.files.wordpress.com/2007/11/titik-api.jpg?w=215&amp;h=463&#038;h=463" alt="Titik Api" width="215" height="463" align="left" />Mari kita tengok apa yang sedang terjadi di Indonesia. Iminng-iming karena hasil sawit, kertas dan pembalakan liar yang menggiurkan, membuat pembukaan hutan menjadi marak dengan jalan pintas dan relatif murah; yaitu dengan cara membakar. Sebagai contoh, dalam 20 tahun terakhir, luasan hutan alam di Provinsi Riau telah berkurang sekitar 56,8 persen. Jika dirata-rata, setiap tahunnya Riau kehilangan sekitar 182.140 hektare hutan alam, atau 15.178 hektare setiap bulannya. Menurut data WWF, hingga akhir tahun 2005 hutan yang tersisa di Riau tinggal 2.743.198 hektare atau hanya 33 persen dari luas daratannya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Memang, jika kebakaran selalu terjadi setiap tahun, sudah seharusnya Pemerintah Indonesia bisa memecahkan permasalahannya untuk kemudian dicari solusinya. Sebut saja penegakan hokum untuk menjerat para pelaku pembakar lahan dan penanggung jawabnya. Sederat aturan diimplementasikan dalam kehidupan nyata, seperti UU No. 41/1999 tentang kehutanan dan UU No. 23/1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup. Izin usaha perkebunan dan hutan tanaman industri (HTI) yang mengonversi hutan alam harus diperketat dan diawasi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Dengan memelihara hutan, berarti mencegah terlepasnya karbon ke atmosfer karena hutan berfungsi sebagai pengikat senyawa karbon yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyebab utama pemanasan global. REDD merupakan skema pengurangan emisi dari deforestasi di negara berkembang, suatu scenario konvensi PBB untuk menangkal pemanasan global. REDD diusulkan sebagai medium untuk memperbaiki kondisi huatan alam yang merupakan dapur karbon alamiah paling efektif.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Selain hutan, para ilmuwan juga telah memikirkan bagaimana cara mengurangi emisi karbon ini. Para ilmuwan memperingatkan bahwa emisi karbon saat ini seharusnya dikurangi hingga setidaknya setengah selama 50 tahun berikutnya untuk menghindari bencana-bencana pemanasan global dimasa depan. Setiap strategi dibawah ini, selambatnya pada 2057, akan mereduksi emisi karbon tahunan hingga semiliar metrik ton.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Efisiensi dan Konservasi</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Memperbaiki ekonomi bahan bakar pada dua miliar mobil      dari 12 km/liter ke 25 km/liter</li>
<li class="MsoNormal">Mengurangi kilometer setiap tahun per mobil dari      16.000 ke 8.000</li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan efisiensi pendinginan, pencahayanna dan      peralatan rumah tangga hingga 25 persen</li>
<li class="MsoNormal">Memperbaiki efisiensi pembagkit listrik tenaga      batubara dari 40% ke 60%</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tangkap dan Simpan Karbon</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Memperkenalkan system untuk menangkap CO<sub>2 </sub>dan      menyimpannya didalam tanah di 800 pembangkit bertenaga batubara</li>
<li class="MsoNormal">Menggunakan system tangkapan di pembangkit hydrogen,      penghasil bahan bakar untuk semiliar mobil</li>
<li class="MsoNormal">Menggunakan system tangkapan di pembangkit bahan      bakar sintetis turunan batubara, penghasil 30 juta barel sehari</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bahan Bakar Rendah Karbon</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Mengganti 1.400 pembangkit bertenaga batubara dengan      gas alam</li>
<li class="MsoNormal">Melenyapkan batubara dengan menaikkan produksi tenaga      nuklir hingga tiga kali kapasitas saat ini.</li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Sumber Daya Terbarukan</p>
<ol>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan kapasitas tenaga angin sampai 25 kali</li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan tenaga surya hingga 700 kali kapasitas      saat ini</li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan tenaga angin hingga 50 kali kapasitas      saat ini untuk emmbuat hydrogen</li>
<li class="MsoNormal">Meningkatkan produksi bahan bakar nabati etanol sampai 50 kali kapasitas saat ini. Dibutuhkan sekitar seperenam drai lahan garapan dunia</li>
<li class="MsoNormal">Menghentikan semua deforestasi</li>
<li class="MsoNormal">Memperluas pengolahan lahan konservasi ke semua lahan garapan (pembajakan biasa melepaskan karbon dengan mempercepat dekomposisi bahan organic)</li>
</ol>
<p><!--more--></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=51&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2008/09/25/bumi-kita-semakin-panas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/09/glo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">glo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://pr4s.files.wordpress.com/2007/11/titik-api.jpg?w=215&#38;h=463" medium="image">
			<media:title type="html">Titik Api</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Pecinta Alam</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/25/tentang-pecinta-alam/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/25/tentang-pecinta-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 03:11:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[asal usul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[Seiring waktu berjalan tak terasa rasa mencintai alam tercetak oleh budaya instans. Kita bisa melihat televisi dengan aneka program yang berkaitan dengan dunia petualang tanpa harus menjadi pelaku di dalamnya. Tentu dampaknya terjadi pada organisasi pencinta alam yang era tahun 60-70-an cukup beken.
Namun, dewasa ini makna dari konotasi pencinta alam hanya sloganisasi bagi mereka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=32&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Seiring waktu berjalan tak terasa rasa mencintai alam tercetak oleh budaya instans. Kita bisa melihat televisi dengan aneka program yang berkaitan dengan dunia petualang tanpa harus menjadi pelaku di dalamnya. Tentu dampaknya terjadi pada organisasi pencinta alam yang era tahun 60-70-an cukup beken.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, dewasa ini makna d<a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051408.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-33" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051408.jpg?w=370&#038;h=279" alt="" width="370" height="279" /></a>ari konotasi pencinta alam hanya sloganisasi bagi mereka yang senang berpetualang. Mereka dengan bangganya mendaki Cartenz Pyramid sementara hutan di Kalimantan habis terkikis oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. <span id="more-32"></span>Tidak hanya itu, Mount Everest pun siap di daki dengan menelan biaya yang cukup mahal sementara budaya dan kearifan lokal hilang satu persatu. Hutan pun gundul, air sungai pun tercemar, polusi udara semakin hari kian melonjak yang akibatnya penggunaan CFC / Freon terus bertambah berdampak pada menipisnya ozon.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa kita harus kembali refleksi memaknai arti kata pencinta alam atau kita hanya diam saja sambil menikmati presenter petualang yang cantik-cantik sambil minum kopi di televise-televisi swasta. Kode etik Pencinta Alam yang kerap kali dalam upacara dipuncak gunung, atau upacara sacral lainnya di bacakan bagaikan sebuah fosil yang usang. Sementara Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sibuk mencari funding untuk menyelamatkan hutan dan satwa-satwa liar meski harus menjual data kepada Negara pendonor. Tragis benar negeri ini berjibun pencinta alam baik dari organisasi kampus maupun freeland ternyata tak berani berunjuk gigi untuk membangkitkan semangat mencintai alam dengan mendata hutan, gunung dan memberikan kontribusi dengan ilmu kepencintaalaman kepada masyarakat yang terasing di bawah gunung, di dekat hutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Masih ingat memori di kala pendidikan dasar kepencitaalaman kita siap di caci maki ala semi militer. Mengorbankan waktu seminggu untuk menumbuhkan rasa percaya diri terdidik oleh alam. Selain itu, kode etik pencinta alam kerap di bacakan seusai upacara pelantikan anggota-anggota baru. Namun, kedepannya masih membayang apakah mereka bakal aktif atau tidak sama sekali. Sementara program pengurus sibuk membuat plan dengan aksi adventure yang menantang andrenalin. Apa hanya dengan itu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironis sekali, yang seharusnya kita lebih aktif membela mereka – Masyarakat Lokal sekitar gunung, hutan ketika pohon gaharu di curi. Malah teronani oleh kepuasaan jiwa temporal dengan memanjat tebing layaknya atlit profesional. Sebenarnya ilmu kepencitaalaman yang kita miliki adalah untuk menyelamatkan alam, budaya kearifan local. Bukan untuk mencetak prestasi ketinggian atau bangga mengibarkan sang merah putih di puncak gunung atau tebing tertinggi. Percuma mengibarkan bendera sang merah putih sementara orang utan terus mencari perlindungan dari kita sebagai pencinta alam. Tidak heran hampir seluruh alam Indonesia di kuasai orang asing mulai dari konservasi orang hutan hingga harimau di Sumatra. Kemana mereka yang mengaku sang pencinta alam?</p>
<p style="text-align:justify;">Bencana alam adalah bukti ketidakpedulian bangsa ini akan keberadaan alam di sekitarnya. Datangnya bencana alam tidak semata-mata karena takdir Tuhan, melainkan akibat dari rasa apriori bangsa ini terhadap lingkungan sekitar. Tentu kita masih ingat bencana tsunami yang terjadi di Aceh (26 Desember 2004) dan pesisir pengandaran – Kebumen selatan Jawa (17 Juli 2006), dalam sekejap tsunami menelan ribuan nyawa. Gempa Yogyakarta dan sekitarnya 27 Mei 2006 berkekuatan 5,9 Skala Richter lebih dari 5.000 korban jiwa melayang. Belum lagi bencana banjir Jakarta 2007.</p>
<p style="text-align:justify;">Hal tersebut merupakan cambuk bagi aktifis pencinta alam. Sangat wajar sekali jaman sudah tidak memihak kepada organisator pencinta alam. Banyak dari mereka sedikit menutup organisasinya close corpus atau di biarkan mengambang begitu saja tanpa ada program yang jelas. Mari megutip teori Darwin dengan Survival Of Fittest yakni bukan yang eksklusiflah yang terkuat namun yang dinamis untuk mempertahankan hidup. Para aktifis pencinta alam pun meloncat kepada permainan Outbound dengan begitulah aktifitas mereka mengekspresikan rasa petualangannya dengan instant.</p>
<p style="text-align:justify;">Bagi organisasi pencinta yang masih eksis dan tetap pada penyelamatan lingkungan hidup sebagai visi dan utama perjuangan. Teruslah berjuang. Tidak ada kata terlambat untuk kembali bangkit memperjuangkan alam dan satwa-satwa liar. Sedangkan aktifis pencinta alam yang senang adventure alangkah baiknya menyisipkan data yang berharga untuk kepentingan alam dan budaya sekitarnya meskipun sedikit. Toh itu juga merupakan perjuangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Memang tidak mudah membalikan telapak tangan. Namun dengan keyakinan yang kuat bahwa pencinta alam di abad ini adalah pejuang seperti Chico Nendes di hutan Amazon tidak bisa kita pungkiri. Tentunya, kita sebagai anak bangsa tidak ingin alam kita yang kaya akan panorama, gas alam, gunung, laut, satwa langkanya, goa, sungai yang beriam, hutan, budaya yang beragam dikuasai oleh orang-orang asing yang mempunyai tujuan dengan alat sloganisasinya konservasionisme.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpapabas.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpapabas.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=32&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/25/tentang-pecinta-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051408.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jagalah Alam Maka Alam akan menjagamu</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/25/jagalah-alam-maka-alam-akan-menjagamu/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/25/jagalah-alam-maka-alam-akan-menjagamu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Jun 2008 02:18:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[asal usul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah diam saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=26&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Seandainya pohon bisa memberontak dan bicara tentunya ia bakal menjerit ketika ditebang, seadainya satwa liar itu bisa bicara tentunya ia bakal menyelamatkan hidupnya, namun kita sebagai manusia punya mulut, hati, telinga, otak malah di<a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051389.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-27" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051389.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>am saja melihat, mendengar jeritan-jeritan alam yang rusak ditangan kerakusan spesies manusia seperti kita ini. Apakah kita bangga dengan kekuasaan kita sendiri sementara kita telah melakukan bunuh diri secara perlahan bersama-sama oleh perbuatan kita sendiri.</p>
<p style="text-align:left;">Sebelum kita membahas pecinta alam dan kegiatannya mari kita pahami betul apa epistemologi dari “Pencinta Alam”. <span id="more-26"></span>Menurut <em>K</em><em>am</em><em>us Besar Bahasa Indonesia</em>, kata Cinta mempunyai empat makna, yakni, [1] ‘suka sekali’ ; ‘sayang benar’ ; [2] ‘kasih sekali’ ; terpikat’ ; terpikat ; [3] ‘ingin sekali’ ; berharap sekali ; ‘rindu’ ; dan [4] ‘susah hati ; risau’ (1993 -190). Yang artinya pencinta diberi makna ‘orang yang suka akan’ (h191). Selain itu kata alam yang diserap dari bahasa Arab, di Indonesia berkembang sehingga mempunyai tujuh makna. Ketujuh makna itu ialah [1] ‘segala ada yang dilangit dan dibumi’ ; [2] ‘lingkungan dan kehidupan’ ; [3] ‘segala sesuatu yang termasuk dalam satu lingkungan dan dianggap satu lingkungan dan dianggap sebagai satu keutuhan’ [4] ‘segala daya yang menyebabkan terjadinya dan seakan-akan mengatur segala sesuatu yang ada di dunia ini [5] ‘yang bukan buatan manusia’ ; [6] ‘dunia’ ; dan [7] ‘kerajaan ; daerah ; negeri ‘ (h.22). Kalau kedua kata tersebut digabung maka arti dari pencinta alam adalah ‘orang yang sangat suka akan alam’.</p>
<p style="text-align:left;">Namun tidak disaat ini, pencinta alam yang sebenarnya hanya pantas ditunjukan pada masyarakat asli hutan, organisasi non pemerintah yang peduli terhadap lingkungan dan alam, individu yang peduli dengan lingkungan hidup lewat kemampuan yang dia bisa, seperti menanam pohon, membuang sampah tidak sembarangan, tidak memelihara satwa liar yang dilindungi UU, tidak menebang pohon ditaman nasional dan disekitar hutan lainnya, naik sepeda, menulis tentang lingkungan, membuat film tentang hutan dan kelestariannya, dan masih banyak lagi bentuk kepedulian terhadap lingkungan.</p>
<p style="text-align:left;">Makna ‘orang yang suka akan alam’ berarti manusia yang peduli dengan alam dan menjaga kelestariannya. Dengan menjaga kelesatariannya berarti ia membela nasib hutan dan satwa liar yang sedang mengalami kepunahan bukan berpetualang menantang andrenallin naik gunung, memanjat tebing, atau membuka jalur untuk latihan atau dengan bangga bisa menaklukan alam.</p>
<p style="text-align:left;">Sejarah memang harus dipelajari tentang pendirian pencinta alam yang motori almarhum Soe Hok Gie, Herman Lantang dan kawan-kawan. Di era 60-an memang terjadi pergolakan masa transisi kemerdekaan. Invansi politik praktis diluar kampus Universitas Indonesia lewat organisasi dan kesatuan aksi mahasiswa dari berbagai atribut dan ideologinya berusaha memasuki Universitas. Namun, Almarhum Soe dan rekan-rekannya tidak peduli dan menjadi kelompok yang tidak memihak dengan kemelut politik saat itu. Mereka lari ke gunung dan pergi ke tempat-tempat sepi terpencil. Kalau penulis menyimpulkan contemplasi ala raja-raja Jawa seperti pendeta-pendeta hinduisme. Mereka paham waktu itu posisi benar-benar terjepit. Kebersamaan dan pengalaman itulah lahir istilah pencinta alam,dan berkembang dari mapala, Hisipala sampai organisasi pemuda pecinta alam.</p>
<p style="text-align:left;">Kegiatan mereka hanya berlarian ke gunung, ke goa, ke tebing hanya untuk menikmati alam. Jaman abad ini sudah berubah namun masih ada saja organisasi pencinta alam baik dari kampus dan masyarakat yang bergiat untuk naik gunung, ke goa, arung jeram, ke tebing atau pendidikan seperti gaya militer, menggampar seenaknya calon peserta dengan alasan biar berdisiplin seperti militer. Padahal pendidikan ala militer dewasa ini dengan kekerasan sudah mulai dikurangi.</p>
<p style="text-align:left;">Pernah penulis mendapat artikel  cerita dari aktivis lingkungan dari negeri yang hutannya sudah hilang bahwa seandainya gunung itu dipenuhi sampah dan hutannya gundul, iklimnya panas, sungai dipenuhi limbah pabrik, tebing karst di bom dan batunya diambil untuk bahan lantai, meja, dan satwa liar yang eksotik punah seperti Harimau batang, Rusa, Raflesia, anggrek hutan dan flora dan fauna lain . Apakah</p>
<p style="text-align:left;"><a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1021349.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-29" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1021349.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:left;">organisasi pencinta alam  diam saja melihat itu semua.</p>
<p style="text-align:left;"><img class="size-medium wp-image-31 aligncenter" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p10213501.jpg?w=284&#038;h=223" alt="" width="284" height="223" /></p>
<p style="text-align:left;">Memang hutan Indonesia belum parah meski terlihat parah atau sungai-sungai masih belum tercemar hingga bisnis olah raga arus deras pun menjamur atau gunung masih ada tempat menarik meski jauh paling atas, goa-goa masih banyak yang bagus, tebing-tebing masih menjulang tinggi toh mereka hanya santai-santai saja atau tidak perduli sama sekali lebih mementingkan event-event kejuaraan atau pelatihan-pelatihan yang tidak ada hubungannya dengan makna dari pencinta alam. Sangat tragis benar.</p>
<p style="text-align:left;">Apa ada yang salah dari Almarhum Soe Hok Gie dan kawan-kawan lamanya hingga penerusnya hanya mementingkan kepuasaan sesaat atau kode etik pencinta alam Se-Indonesia yang syahkan bersama dalam gladian ke-4 yang setiap kegiatan wajib dibacakan setiap kegiatan seperti maksud dari pesannya <em>Pencinta Alam Indonesia adalah sebagai dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggung jawab kami kepada Tuhan, Bangsa dan Tanah Air</em>. Dengan kesadarannya mereka (Pencinta Alam) menyatakan pada p<em>oin 2 yang isinya memelihara alam beserta isinya menj</em><em>adi ucapan atau janji tanpa makna (Lip Service).</em></p>
<p style="text-align:left;">Namun hasilnya pun hutan tetap gundul, satwa liar makin lama makin punah, bencana lingkungan mulai bermunculan, bahkan pemanasan global yang dibicarakan setiap negara dan para aktifis lingkungan dari LSM dengan gencarnya mencari solusi. Sedangkan organisasi yang namanya Pencinta Alam belum menunjukan taringnya untuk peduli terhadap lingkungan. Bahkan hanya bisa dihitung oleh jari organisasi pencinta alam yang peduli terhadap lingkungan. Atau menurut saran respon dari pembaca tulisan  yang ditulis penulis mending diganti saja nama pencinta alam dengan nama jenis petualang. Biar tidak terjadi pembiasan makna dari kata Pencinta Alam.</p>
<p style="text-align:left;">Alhasil, makin sepinya minat pemuda sekarang untuk masuk organisasi pencinta alam. Tradisi lama masih dipakai tidak ada formulasi-formulasi baru untuk merefleksikan kegiatan-kegiatannya. Atau organisasi pencinta alam dewasa ini telah bangga dengan “establishment” (kemapanan). Kebiasaan-kebiasaan lama yang harus ditinggalkan malah terus diulang-ulang saja seperti pendidikan dengan kekerasan atau perbedaan yang antara senior dan yunior, pendendaman akibat dari pendidikan yang keras, menebang pohon untuk simulasi SAR, atau pembukaan jalur. Meski kecil namun tetap saja kita memberikan pendidikan yang tidak baik terhadap masyarakat sekitar gunung atau hutan.</p>
<p style="text-align:left;">Apa kita sebagai pencinta alam terus merenung naik gunung?Apa kita sebagai pencinta alam masih saja manjat memenuhi kepuasaan jiwa? Apa kita sebagai pencinta alam terus menelusuri goa?Apa kita sebagai pencinta alam terus pergi keriam berarung jeram melintasi sungai?Apa kita sebagai pencinta alam bangga dengan ucapan sebagai penikmat alam? Waktunya kita bergabung dan belajar dari organisasi-organisasi non pemerintah, masyarakat dengan kearifan tradisional sekitar hutan yang peduli terhadap lingkungan untuk melakukan sinergi bersama mencari solusi tentang kerusakan alam. Ini tugas semua pencinta alam Indonesia di abad 21 ini. Waktunya meninggalkan dunia petualang. <em>Take Action Now! </em></p>
<p style="text-align:left;">by: lutfi pratomo</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpapabas.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpapabas.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=26&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/25/jagalah-alam-maka-alam-akan-menjagamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051389.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1021349.jpg?w=300" medium="image" />

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p10213501.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Ayo&#8230;.. Mengenal Hutan Kita.</title>
		<link>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/19/ayo-mengenal-hutan-kita/</link>
		<comments>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/19/ayo-mengenal-hutan-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 01:01:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kpapabas</dc:creator>
				<category><![CDATA[Flora dan Satwa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kpapabas.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[

Dengan perkembangan pembangunan disetiap daerah yang selalu berlomba &#8211; lomba, dan demi pendapatan daerah. Banyak hutan yang di jadikan korban demi pembangunan itu. Penebangan hutan untuk diambil kayunya ( Ilegal loging ), perkebunan yang hanya dicadikan kambing hitam. dengan gambaran tersebut yang berakibat bumi semakin panas, air gunung yang dulu melimpah kini seperti air mata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=19&subd=kpapabas&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p>Dengan perkembangan pembangunan disetiap daerah yang selalu berlomba &#8211; lomba, dan demi pendapatan daerah. Banyak hutan yang di jadikan korban demi pembangunan itu. Penebangan hutan untuk diambil kayunya ( Ilegal loging ), perkebunan yang hanya dicadikan kambing hitam. dengan gambaran tersebut yang berakibat bumi semakin panas, air gunung yang dulu melimpah kini seperti air mata menetes di pipi. Anak bangsa terutama di pulau borneo mari kita mengenal hutan kita dengan itu kita dapat merasakan bumi yang  dingin, mandi air terjun dikaki gunung dan merasakan nyanyian burung dan  hewan &#8211; hewan hutan yang merdu.<a href="http://afatih.wordpress.com"></p>
<p>afatif.wordpress.com<br />
<a href="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051407.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-35" src="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051407.jpg?w=331&#038;h=263" alt="" width="331" height="263" /></a></div>
</div>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/kpapabas.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/kpapabas.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kpapabas.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kpapabas.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kpapabas.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kpapabas.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kpapabas.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kpapabas.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kpapabas.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kpapabas.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kpapabas.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kpapabas.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kpapabas.wordpress.com&blog=3882922&post=19&subd=kpapabas&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kpapabas.wordpress.com/2008/06/19/ayo-mengenal-hutan-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3ceaeb3cfa40939286f37d1150b52d61?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96" medium="image">
			<media:title type="html">kpapabas</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kpapabas.files.wordpress.com/2008/06/p1051407.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>